New York

Cooking With The Chef

VCD Tutorial Memasak

VCD Tutorial Tata Boga dan Patiseri

Jl.Raya Jemursari 244, Surabaya.

Kursus di Surabaya

Sekolah Perhotelan & Akademi Tataboga.



Program Pendidikan Kuliner D1, D2 & D3

Jln. Raya Jemursari 234 & 244 Surabaya.

Telp: 031 8433224-25.

Flexi: 031-81639992.

HP: 0817321024.

Kampus Baru:

Jln. Raya Tenggilis no. 68. Surabaya.




Kursus Kue & Masakan @ Tristar



Info: Flexi: 031-83109709. Esia: 031 91938824.




Kursus Juggling & Flair Bartending - Bartender.



Info: Telp: 031 8433224-25.

Flexi: 031-81639991-92.




Fruit Carving @ Tristar Culinary Institute.



Sekolah Kuliner Pencetak Chef.

Sistem Studi: Praktek Setiap Hari.






SEKOLAH TATA BOGA - SEKOLAH KULINER

Program Pendidikan Kuliner

Diploma 1, D2, dan D3.

Sistem Studi : Praktek Setiap Hari.

Jurusan :

1. Patiseri (Baking & Pastry).

2. Tata Boga (Kuliner).

Jenjang Studi lanjutan S1 & S2 di Swiss.

Dengan jurusan : International Hotel and Tourism Management.



Jln. Raya Jemursari no. 234. Surabaya.

Telp: 031-8433224-25.

Flexi: 031-70114130.

HP: 0817321024.

Email: tristarkuliner@yahoo.co.id

*************************************

TRISTAR CULINARY INSTITUTE

Visi & Misi

Stuktur Kurikulum

Kalender Akademik


Fasilitas

Biaya Perkuliahan

Kegiatan Perkuliahan

Galeri Foto Tristar Culinary Institute

Pages

Minggu, 26 Desember 2010

EKSKUL YPPI-2



ASYIKNYA BELAJAR MEMASAK DALAM EKSTRAKULIKULER KULINER DI YPPI 2 OLEH TRISTAR CULINARY INSTITUTE


     Perkembangan dunia kuliner yang semakin marak di pasaran, membuat setiap orang ingin membuka usaha kuliner. Hal ini dikarenakan usaha kuliner tak pernah sepi akan konsumen. Dengan alasan itulah kini bekal ketrampilan dalam dunia kuliner semakin diminati. Dan ternyata ketertarikan dalam dunia kuliner tak hanya dimiliki oleh ibu-ibu saja, melainkan sudah semakin diminati banyak kalangan, baik laki-laki atau perempuan, tua dan muda. Seperti yang terlihat dalam kegiatan ektrakulikuler kuliner yang diadakan SMA YPPI 2 Surabaya pada hari Rabu (27/10) kali ini, para pelajar SMA ini terlihat sangat antusias belajar memasak. Dengan tim pengajar dari Tristar Culinary Institute, para pelajar diajarkan cara membuat siomay. Adapun alasan SMA YPPI 2 yang merupakan kepanjangan dari Sekolah Menengah Atas Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia 2 ini memilih Tristar Culinary Institute sebagai pengajar ekstrakulikuler kuliner ini tak lain dikarenakan Tristar merupakan satu-satunya lembaga pendidikan kuliner yang menjadi “leader” diantara lembaga pendidikan kuliner lainnya. Ektrakulikuler kuliner ini diadakan mulai pukul 14.30 WIB hingga selesai. Tak kurang dari 35 orang pelajar dari kelas 10 hingga kelas 12 mengikuti kegiatan ini dengan Nona sebagai pengajar dari Tristar Culinary Institute. 

     Dalam kegiatan ekstrakulikuler kuliner ini terlebih dahulu resep ataupun materi diberikan sebelumnya. Sehingga para pelajar bisa mempersiapkan bahan-bahannya dari rumah. Hal ini dikarenakan bahan-bahan dan peralatan pembuatan berbagai masakan disediakan oleh para pelajar sendiri. Sebagai lembaga pendidikan kuliner yang kompeten di bidangnya, Tristar Culinary Institute tak perlu diragukan lagi. Hal ini terlihat dengan dipercayanya tim Tristar Culiary Institute memberikan materi kuliner di SMA YPPI 2 selama kurang lebih 3 semester ini. Kegiatan ektrakulikuler kuliner di YPPI 2 ini diadakan setiap 2 minggu sekali tepatnya pada hari Rabu. Adapun tujuan diadakannya ektrakulikuler kuliner ini adalah untuk mengembangkan bakat pelajar dalam dunia kuliner. Sebagai koordinator ektrakulikuler, Mudji Slamet memberikan beberapa penjelasan seputar kegiatan ektrakulikuler kuliner ini. “Ektrakulikuler kuliner ini cukup diminati oleh pelajar. Karena beberapa pelajar ingin sekali nantinya mempunyai usaha kuliner sendiri. Sehingga materi-materi yang diberikan oleh Tristar Culinary Institute cukup menarik untuk diikuti oleh para pelajar.”ujar Mudji. 
Bp.Mudji & Pelajar
     Sebelum praktik memasak dimulai terlebih dulu Nona selaku pengajar memberikan tugas kepada para pelajar untuk mempersiapkan peralatan dan bahan-bahan yang akan digunakan dalam praktik. Para pelajar yang berjumlah 35 ini terbagi dalam 7 kelompok. Masing-masing kelompok ditugaskan untuk membuat siomay. Setelah bahan-bahan siap, Nona segera mendampingi dan mengarahkan pelajar untuk membuat adonan siomay. Kemudian adonan siomay dimasukkan ke dalam kulit pangsit. Para pelajar tampak sangat antusias melihat cara membungkus siomay. Satu per satu pelajar mencoba untuk membentuk siomay. Setelah semua adonan siomay dimasukkan ke dalam kulit pangsit selesai dibuat, maka siomay segera dikukus hingga matang. 



     Para pelajar yang mengikuti ektrakulikuler kuliner ini mengaku senang mengikuti kegiatan memasak ini. Karena selain untuk menyalurkan hoby memasak juga banyak pengetahuan seputar pengolahan makanan yang didapatkan. Satu-satunya pelajar laki-laki yang mengikuti kegiatan ektrakulikuler kuliner kali ini, Anthony Halim juga memberikan sedikit kesan-kesannya selama mengikuti kegiatan ini. “Saya memang hoby sekali memasak, makanya saya ikut kegiatan ektrakulikuler kuliner ini. Selain itu saya ingin nantinya saya punya restoran sendiri. Saya juga senang bisa mendapatkan pengetahuan seputar memasak, terlebih lagi materi diajarkan oleh tim Tristar yang ahli di bidangnya”jelas Anthony. Tak hanya itu saja, Mudji selaku koordinator ekstrakulikuler kuliner mengatakan bahwa beberapa siswa juga seringkali mempraktikkan di rumah materi yang sudah diajarkan dan hasilnya cukup memuaskan./nv  
SIOMAY

EKSKUL YPPI-1





LEZATNYA SAPO TAHU SEAFOOD DALAM EKSTRAKULIKULER KULINER DI YPPI 1 OLEH TRISTAR CULINARY INSTITUTE

     Bidang kuliner sepertinya semakin menjadi pilihan banyak orang untuk dipelajari sebagai bekal ketrampilan. Hal ini dikarenakan usaha kuliner semakin berkembang dan hasilnya cukup menjanjikan. Pengetahuan seputar kuliner ini ternyata tak hanya diberikan dalam pendidikan non formal melainkan juga diberikan dalam pendidikan formal. Seperti yang terlihat dalam kesempatan kali ini, SMA YPPI 1 tengah mengadakan kegiatan ektrakulikuler kuliner dengan tim Tristar Culinary Institute sebagai pengajarnya. Kegiatan ekstrakulikuler kuliner ini diadakan setiap hari Jumat, satu kali dalam seminggu. Kegiatan ekstrakulikuler kuliner SMA YPPI 1 yang beralamatkan di Jl. Dharmahusada Indah Barat VI/1 ini diikuti oleh pelajar dari kelas 10 hingga kelas 12. pada hari Jumat (29/10) kali ini diikuti oleh pelajar kelas 12 IPA. Adapun kegiatan ekstrakulikuler yang diadakan pada hari Jumat (29/10) kali ini dimulai pada pukul 13.30 WIB dengan materi sapo tahu seafood yang diajarkan oleh Nona selaku tim pengajar dari Tristar Culinary Institute. 

NONA
     Sebagai lembaga pendidikan kuliner, Tristar Culinary Institute yang sudah dipercaya sebagai pengajar ektrakulikuler kuliner di SMA YPPI 1 ini memang sangat kompeten di bidangnya. Hal ini terlihat dalam metode pembelajaran yang diberikan kepada para pelajar yang menggunakan sistem “Hands On” atau praktik secara langsung. Sehingga para pelajar tidak hanya sekedar mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh pengajar. Para pelajar yang mengikuti ektrakukikuler kali ini diikuti oleh 30 orang siswa kelas 12 IPA yang terbagi dalam 6 kelompok. Masing-masing kelompok wajib membawa perlatan dan bahan-bahan yang akan digunakan dalam praktik. Sebelum diajarkan cara memasak sapo tahu seafood, terlebih dahulu para pelajar ditugaskan untuk menyiapkan semua peralatan dan bahan yang digunakan dalam praktik.


     Sebagai pengajar, Nona selalu mendampingi para pelajar mulai dari persiapan bahan hingga cara mengolahnya. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi kesalahan ataupun kegagalan dalam pengolahannya. Selain itu, Nona juga memberikan berbagai tips-tips dalam mengolahnya sehingga diharapkan nantinya para pelajar tidak hanya mahir dalam memasaknya saja melainkan juga mempunyai pengetahuan lebih dalam bidang kuliner. Sapo tahu seafood ini dipilih untuk diajarkan kepada para pelajar karena cara membuatnya yang tidak terlalu rumit, sehingga para pelajar yang tergolong masih pemula dalam memasak tidak akan kesulitan dalam membuatnya. Sapo tahu seafood merupakan masakan sejenis sup kental yang bahannya terdiri dari tofu, daging ayam, jamur, rebung, udang, cumi, ikan kakap serta bahan dan bumbu lainnya. Setelah semua bahan dipotong dan dibersihkan, kini Nona mulai mengajarkan cara membuatnya. Setiap kelompok pun mulai bergantian mendapat penjelasan dari Nona cara pembuatannya. Pertama-tama bumbu ditumis, kemudian satu per satu bahan dimasukkan dan dituangkan air. Setelah kuah mendidih, kemudian dituangkan larutan maizena untuk mengentalkan kuah dan dimasak hingga mendidih. Dengan demikian maka sapo tahu pun siap untuk disantap. 


NONA & PARA PELAJAR
     Setelah usai mengolah sapo tahu seafood para pelajar pun langsung beramai-ramai menyantap sapo tahu seafood hasil praktik. Dengan mengikuti kegiatan ini para pelajar mengaku sangat senang karena banyak mendapatkan pengetahuan baru seputar dunia kuliner, seperti yang diungkapkan Fenny seorang pelajar kelas 12 IPA ini. “Saya sengaja memilih kegiatan ektrakulikuler kuliner ini dikarenakan saya memang hobby memasak. Selain itu banyak pengetahuan seputar kuliner yang bisa saya dapatkan dengan mengikuti kegiatan ini” ujar Fenny. Manfaat dan kesan baik terhadap ekstrakulikuler kuliner oleh tim Tristar Culinary Institute terhadap ketrampilan para pelajar SMA YPPI 1 ini juga disampaikan oleh Titiek Herawati selaku Kasi Kesiswaan. “Manfaat dari ekstrakulikuler kuliner yang diajarkan oleh Tristar Culinary Institute ini sangat baik bagi para siswa. Karena selain mendapat ilmu seputar dunia kuliner, para siswa jadi semakin terampil dalam memasak”jelas Titiek. Selain itu, tujuan dari diadakannya ektrakulikuler kuliner ini adalah agar para pelajar mempunyai ketrampilan lainnya sehingga hal ini tentunya akan memberikan “nilai plus” bagi para pelajar sendiri./nv
SAPO TAHU SEAFOOD

              
         

Rabu, 22 Desember 2010

EKTRAKULIKULER (STELLA MARIS)


PEMBUATAN BAKPAO PUTIH DAN MENGEMBANG DALAM KEGIATAN EKSKUL KULINER DI SMAK STELLA MARIS

     Bidang kuliner akhir-akhir ini memang merupakan bidang yang paling banyak peminatnya untuk dipelajari. Hal ini dikarenakan bidang kuliner bisa dijadikan lahan bisnis yang cukup menjanjikan. Pengetahuan ataupun ketrampilan bidang kuliner ini tak hanya bisa didapatkan melalui kursus saja melainkan juga bisa didapatkan dalam kegiatan ekstrakulikuler di sekolah. Seperti dalam pelaksanaan kegiatan ektrakulikuler kuliner yang diadakan oleh SMAK Stella Maris kali ini, para pelajar akan diajarkan ketrampilan dalam bidang kuliner. SMAK Stella Maris yang beralamatkan di Jl. Indrapura 32 Surabaya ini sengaja memberikan bekal ketrampilan kuliner kepada para pelajar agar nantinya dapat melatih para pelajar untuk menjadi seorang pengusaha kuliner. Dalam kegiatan ekstrakulikuler yang diadakan pada hari Sabtu (6/11) pikul 11.00 WIB ini, materi kuliner akan diberikan oleh tim pengajar dari Tristar Culinary Institute.Pemilihan Tristar Culinary Institute sebagai lembaga yang dipilih oleh SMAK Stella Maris untuk memberikan materi kuliner memang merupakan pilihan yang sangat tepat. Hal tersebut dikarenakan Tristar Culinary Institute merupakan lembaga pelatihan dan pendidikan kuliner yang kompeten di bidangnya. Dalam kegiatan ini, berbagai materi kuliner yang tentunya disesuaikan dengan pilihan para pelajar akan segera diberikan oleh tim pengajar dari Tristar Culinary Institute. Adapun pengajar dari Tristar Culinary Institute kali ini adalah Valentinus. Materi yang diajarkan oleh Valentinus kali ini adalah pembuatan Bakpao isi ayam yang putih dan mengembang. Para pelajar yang mengikuti jalannya kegiatan ekstrakulikuler kali ini terdiri dari 35 orang pelajar dari kelas X yang terbagi dalam 7 kelompok. 


  
     Pembuatan bakpao memang terbilang gampang-gampang susah, hal ini dikarenakan perlunya teknik dan pengetahuan yang tepat dalam membuatnya. Bila terjadi kesalahan dalam prosesnya, maka bakpao yang dihasilkan tidak akan mengembang. Sebelum proses pembuatan adonan dilakukan, terlebih dahulu para pelajar mempersiapkan seluruh bahan dan perlatan yang akan digunakan. Setelah seluruh bahan dan peralatan siap, maka para pelajar segera mengolah bahan untuk dijadikan adonan bakpao. Dalam sesi inilah para pelajar wajib mengetahui tekniknya. Karena kesalahan dalam teknik pembuatannya akan membuat bakpao tidak mengembang. Sebagai pengajar, Valentinus pun selalu mendampingi dan memberikan pengarahan kepada para pelajar. Berbagai tips pembuatannya dipaparkan dengan jelas oleh Valentinus. Hal ini bertujuan agar para pelajar tak hanya terampil dalam pembuatannya saja melainkan juga mempunyai pengetahuan lebih seputar teori-teori dalam bidang kuliner. Tak lama setelah adonan bakpao diuleni, maka kini adonan bakpao didiamkan beberapa saat agar adonan mengembang. Sambil menunggu adonan mengembang, para pelajar pun segera membuat adonan isian bakpao yang berbahan ayam. Setelah ayam dimasak dengan ditambahkan berbagai bumbu, maka kini adonan bakpao yang sudah didiamkan tersebut diisi dan dibentuk sesuai selera.




      Dan proses pengolahan pembuatan bakpao yang terakhir dilakukan adalah proses pengukusan. Usai dengan seluruh pengolahan bakpao maka masing-masing pelajar yang tergabung dalam kelompok akan mendapatkan bakpao hasil olahan mereka. Pelajar pun dapat langsung mencicipi bakpao hasil buatannya. Tak hanya itu saja, bakpao hasil praktik masing-masing kelompok tersebut akan mendapatkan penilaian dari Valentinus selaku pengajar untuk mengetahui tingkat keberhasilan para pelajar dalam pembuatannya. Dengan demikian akan membuat para pelajar berlomba-lomba untuk membuat bakpao yang maksimal. 
       

          Para pelajar yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler kuliner ini mengaku sangat puas dengan makanan hasil buatannya. Berbagai alasan mengikuti jalannya kegiatan kuliner ini pun diutarakan para pelajar. Seperti yang disampaikan oleh Eunike Patricia, seorang pelajar kelas X ini. “Saya mengikuti kegiatan ekskul kuliner ini selain karena wajib  untuk diikuti melainkan karena saya ingin menambah pengetahuan dalam bidang kuliner. Bahkan saya sering sekali mempraktikkan di rumah” jelas Eunike. Selain alasan tersebut, para pelajar juga merasa senang mengikuti kegiatan ini karena disampaikan dengan jelas oleh para pengajar dari Tristar Culinary Institute. /nv


         

EKTRAKULIKULER KULINER (MIMI SCHOOL)


NIKMATNYA KEPITING SINGAPORE BUATAN PELAJAR SMA MIMI SURABAYA DALAM KEGIATAN EKSTRAKULIKULER KULINER

     Sebagai lembaga pendidikan kuliner, sepak terjang Tristar Culinary Institute memang tak perlu lagi diragukan. Karena Tristar Culinary Institute sangat kompeten di bidangnya. Hal ini terlihat dengan dipercayanya Tristar Culinary Institute sebagai narasumber ataupun pengajar dalam berbagai kesempatan ataupun sebuah acara kuliner. Seperti yang terlihat pada kesempatan kali ini, Tristar Culinary Institute dipercaya sebagai pengajar ekstrakulikuler kuliner di SMA MIMI yang beralamatkan di Jl.H.R Muhammad No,104 Surabaya. Adapun kegiatan ektrakulikuler kuliner ini diadakan setiap satu minggu sekali dengan diikuti oleh pelajar dari kelas 10 hingga kelas 12. Pemilihan Tristar Culinary Institute yang sudah 2 tahun terakhir ini dipercaya untuk mengajar kegiatan “ekskul” kuliner ini tak lepas karena Tristar Culinary Institute merupakan sebuah lembaga pendidikan kuliner yang menjadi “leader” di bidangnya. Kegiatan ekskul kuliner yang diadakan pada hari Rabu (10/11) ini berlangsung selama 1,5 jam dan dimulai pada pukul 14.00 WIB. Adapun pelajar yang mengikuti jalannya ekskul kuliner kali ini terdiri dari 18 orang yang terbagi dalam 4 kelompok. Dalam kegiatan ekskul kali ini para pelajar diajarkan cara pembuatan Kepiting Singapore dengan Kamto selaku pengajar dari Tristar Culinary Institute.

                                                                                                                            
      Kegiatan ekstrakulikuler kuliner ini sendiri bertujuan agar para pelajar nantinya mempunyai bekal ketrampilan lainnya diluar mata pelajaran yang diberikan sekolah. Hal inilah yang pada kesempatan kali ini disampaikan oleh Wanda selaku Kepala SMA MIMI yang sekaligus sebagai pendamping untuk ekstrakulikuler kuliner. “Selain untuk menambah ketrampilan dan pengetahuan dalam bidang kuliner, dengan adanya kegiatan ektrakulikuler kuliner dari Tristar Culinary Institute ini diharapkan dapat memberikan bekal untuk menjadi pengusaha kuliner kelak” ujar Wanda. 

Bu.Wanda dan Para Murid
     Sebelum praktik pembuatan Kepiting Singapore dimulai, para pelajar terlebih dahulu ditugaskan untuk mempersiapkan semua bahan-bahannya terlebih dahulu. Sebagai pengajar, Kamto selalu mendampingi para pelajar mulai dari persiapan hingga pengolahannya. Kamto pun memberikan penjelasannya seputar cara memotong dan membersihkan kepiting. Setelah semua bahan siap maka para pelajar pun mulai mengolah kepitingnya. Terlebih dahulu para pelajar menumis bumbu-bumbunya hingga harum, kemudian satu per satu bahan dimasukkan. Dan yang terakhir, putih telur pun dimasukkan dan diaduk hingga berbentuk serabut-serabut. Tak lama setelah kemudian Kepiting Singapore pun selesai diolah dan siap untuk dinikmati. Tanpa ragu-ragu pun para pelajar langsung menyantap Kepiting Singapore bersama-sama. 


     Metode pembelajaran yang diberikan oleh Tristar Culinary Institute memang sangat tepat, karena para pelajar diajarkan dengan metode Hands On atau praktik secara langsung. Sehingga para pelajar tidak hanya mendengarkan penjelasan pengajar saja. Dengan metode praktik secara langsung ini diharapkan para pelajar semakin cepat terampil dalam mengolah aneka makanan. Sebagai Kepala SMA MIMI sekaligus pendamping ekstrakulikuler, Wanda juga menyampaikan kesan baik atas metode pembelajaran dari Tristar Culinary Institute. Hal ini dikarenakan dengan praktik secara langsung memberikan respon yang positif bagi para pelajar. Para pelajar tak hanya semakin kreatif bahkan beberapa pelajar belajar membuka usaha dalam pembuatan kue untuk dijual. Para pelajar pun juga mengaku sangat senang bisa belajar kuliner dengan Tristar Culinary Institute sebagai pengajarnya dikarenakan penjelasannya yang lengkap serta materi yang bervariasi. Seorang pelajar kelas 12 IPS, Daniel yang mengaku hobby memasak ini juga ikut menyampaikan kesan-kesannya selama mengikuti ekskul kuliner. “Saya sangat senang bisa belajar seputar dunia kuliner, karena saya juga hobby memasak. Penjelasan yang lengkap serta praktik secara langsung ini membuat pengetahuan saya seputar dunia kulier semakin bertambah” ujar Daniel usai praktik berlangsung. /nv
 

KEPITING TELOR ASIN

Rabu, 15 Desember 2010

Ujian Praktek Akhir Triwulan ( Tanggal 10 Desember 2010 )

Untuk ujian praktek akhir triwulan pada tanggal 10/12/2010 kali ini TRISTAR CULINARY INSTITUTE mengadakan berbagai macam praktek dari mahasiswa culinary dan patiseri ujian praktek seperti halnya membuat makanan catering ,pastry dan berbagai macam masakan, kegiatan ini dilakukan dengan penuh semangat dari mahasiswa/siswi tristar hal itu dapat dilihat dari sibuknya tiap-tiap mahasiswa yang mempraktekkan berbagai aneka masakan yang masing  -  masing mereka buat. Pada kali ini mahasiswa Tristar Culinary Institute yang beralamatkan di Jl. Raya Jemursari 234 - Surabaya sangat antusias dengan adanya praktek ini untuk melatih kemahiran mereka dalam hal masak - memasak.

Perkuliahan yang dimulai dari pukul 08.00 WIB ini diawali dengan penjelasan teori untuk memulai ujian akhir triwulan. . Setelah teori diberikan, para mahasiswa mulai menuju dapur untuk praktik membuatberbagai macam jenis masakan. mahasiswa bisa selalu up to date terhadap perkembangan dunia culinary.Berbagai varisasi jenis masakan seperti : 


Dalam ujian ini, para mahasiswa dituntut untuk bisa membuat dan mengkreasikan berbagai jenis makanan dengan tema yang sudah ditentukan hingga menghasilkan sebuah produk yang layak jual di pasaran.

 Sebagai sebuah lembaga kuliner yang kompeten di bidangnya, Tristar Culinary Institute memang selalu memperhatikan kualitas pendidikan yang diberikan kepada para mahasiswanya.agar para mahasiswa nantinya mampu bersaing dalam industri makanan, setelah menyelesaikan pendidikannya di Tristar Culinary Institute.



  
     
    Berbagai macam makanan yang dipraktikan ini sangat cantik dan tertata rapi, sesuai dengan keahlian mereka masing - masing. Seakan berlomba untuk menyajikan masakan yang enak, berkualitas dan tampak cantik dilihat.

Dan tak ketinggalan juga dengan mahasiswa patseri yang tak kalah hebatnya dalam membuat kue. cantik  dan enak pastinya. Secara keseluruhan, ujian triwulan kali ini berjalan dengan baik sehingga dapat menghasilkan produk kuliner yang layak jual. Hal ini menunjukkan keseriusan belajar dari para mahasiswa untuk mendalami perkuliahan. Sehingga diharapkan nantinya para mahasiswa mampu bersaing dengan pelaku kuliner lainnya setelah menyelesaikan pendidikannya.

Para mahasiswa  Patiseri pun mengaku sangat senang pada ujian akhir triwulan kali ini. Dengan harapan semua keahlian yang mereka dapatkan akan lebih berkembang untuk berkreatifitas dalam menciptakan berbagai macam kue, seperti :





Setelah proses pembuatan makanan yang diawali dari menimbang, mengaduk, menguleni, membentuk, memanggang ataupun mengukus, para mahasiswa sudah menata rapi  makanan pada alat hidang .



Berbagai produk kuliner yang sudah disajikan bervariasi dan menarik tampilannya. Sehingga untuk dapat memicu kreatifitas untuk menciptakan makanan yang berkualitas dan sudah terkenal dipasaran. 
Bagi Anda yang berminat untuk membuka usaha rumahan – Home Insdustry – UKM (Usaha Kecil Menengah), Toko Roti & Kue serta toko oleh-oleh, segera saja hubungi: