New York

Cooking With The Chef

VCD Tutorial Memasak

VCD Tutorial Tata Boga dan Patiseri

Jl.Raya Jemursari 244, Surabaya.

Kursus di Surabaya

Sekolah Perhotelan & Akademi Tataboga.



Program Pendidikan Kuliner D1, D2 & D3

Jln. Raya Jemursari 234 & 244 Surabaya.

Telp: 031 8433224-25.

Flexi: 031-81639992.

HP: 0817321024.

Kampus Baru:

Jln. Raya Tenggilis no. 68. Surabaya.




Kursus Kue & Masakan @ Tristar



Info: Flexi: 031-83109709. Esia: 031 91938824.




Kursus Juggling & Flair Bartending - Bartender.



Info: Telp: 031 8433224-25.

Flexi: 031-81639991-92.




Fruit Carving @ Tristar Culinary Institute.



Sekolah Kuliner Pencetak Chef.

Sistem Studi: Praktek Setiap Hari.






SEKOLAH TATA BOGA - SEKOLAH KULINER

Program Pendidikan Kuliner

Diploma 1, D2, dan D3.

Sistem Studi : Praktek Setiap Hari.

Jurusan :

1. Patiseri (Baking & Pastry).

2. Tata Boga (Kuliner).

Jenjang Studi lanjutan S1 & S2 di Swiss.

Dengan jurusan : International Hotel and Tourism Management.



Jln. Raya Jemursari no. 234. Surabaya.

Telp: 031-8433224-25.

Flexi: 031-70114130.

HP: 0817321024.

Email: tristarkuliner@yahoo.co.id

*************************************

TRISTAR CULINARY INSTITUTE

Visi & Misi

Stuktur Kurikulum

Kalender Akademik


Fasilitas

Biaya Perkuliahan

Kegiatan Perkuliahan

Galeri Foto Tristar Culinary Institute

Pages

Senin, 15 November 2010

DEMO JUGGLING DI GRAND CITY MALL-SURABAYA

TCI Atraksi Bottle Juggling di Grand City

     TRISTAR Culinary Institute (TCI) kemarin mendapat kesempatan untuk demo masak dan bottle juggling dalam acara bertajuk Cooking Course di Grand City Mall. Aksi profesional tim TCI mendapat apresiasi positif dari masyakarat yang Sabtu (13/11) siang hingga sore mengunjungi pusat perbelanjaan yang baru soft opening di pusat kota Surabaya ini.Pelatihan dan demo Bottle Juggling dan Flair Bartending (Flair Bartending Course) yang ditampilkan di Grand City Mall merupakan kegiatan eksibisi untuk meramaikan pusat perbelanjaan tersebut. Bottle Juggling yang disajikan kru TCI itu karena lembaga pendidikan ini ingin mengenalkan kepada publik bahwa TCI juga mengajarkan ilmu ketangkasan, kecepatan dan ketepatan dalam memainkan botol pada atraksi di Bartending.
                                                                                                
      Materi yang diajarkan adalah memainkan botol dengan baik dan benar. Menghibur penonton dengan gaya gerak dan olah tubuh yang serasi diiringi atraksi lempar botol dan musik yang serasi.Nah, keuntungan memelajari dan menguasai ilmu Bottle Juggling dan Flair Bartending:
-    Mudah mendapatkan pekerjaan karena memiliki skill (ketrampilan) yang lebih, karier juga lebih mudah  
      meningkat.
-    Bisa berprestasi dalam kompetisi.
-    Lebih menambah percaya diri.
-    Dengan menguasai ketrampilan Juggling, lebih mudah memromosikan diri dan karier terhadap masyarakat
      umum.
Manfaat Bottle Juggling dan Flair Bartending:
-    Menghibur konsumen.
-    Bisa berkreasi dan berinovasi
-    Menambah ilmu dan ketrampilan
Dalam demo Bottle Juggling kemarin, TCI menghadirkan Sonny (instruktur) dan Eka (asisten). Sonny memeragakan keahliannya dalam memainkan atraksi lempar botol diiringi musik yang serasi saat menyiapkan Cocktail Popcorn Fruity. Bahan utamanya popcorn merah, sirup strawberry, yohurt cair, grape juice. Untuk pengocokan dua menit, maka Cocktail Popcorn Fruity sudah siap dihidangkan dalam gelas piala.Begitu juga aksi memukau Eka saat menyajikan Cocktail Smoothies Berry juga memdapat applaus dari masyarakat yang hadir Atrium Grand City Mall dimana di stan TCI berada. Untuk membuat Cocktail Smoothies Berry, Eka menunjukkan kepiawaiannya dalam memainkan aksi lempar botol selama satu menit (pengocokan bahan), sebelum menyajikannya dalam gelas piala. Bahan untuk membuat Cocktail Smoothies Berry adalah sirup sirsat, yohurt cair dan sirup blueberry.

                                                                       

                                                                                                                       
      Jika Anda berminat kursus Bottle Juggling dan Flair Bartending di TCI biayanya terbilang murah. Anda cukup membayar Rp 150.000/orang untuk satu bulan (empat kali pertemua) atau Rp 50000/orang untuk setiap kali pertemuan.Jadwal pelatihan setiap hari Rabu, pukul 18.00-19.30 Wib, minimal pesertanya lima orang. Jadwal bisa berubah sewaktu-waktu. Perubahan jadwal akan dikonfirmasi via telpon atau SMS.
Selain demo Bottle Juggling, tim TCI kemarin juga menggelar demo masak yang dipandu chef Otje Herman W, Amd, SE.  Dalam demo masak yang dihadiri sekitar 20 peserta umum itu, chef Otje membuat menu Crepes (Asia), Pafertjes (Belanda), Puffpastry (Eropa) dan Fruit Pie (Eropa).Menurut chef Otje, demo memasak ini merupakan apresiasi dari pihak TCI untuk sharing ilmu baru dan sekaligus sebagai wahana pembelajaran kepada masyarakat umum. Demo masak ini juga ditujukan untuk branding dari keberadaan TCI sebagai lembaga pendidikan yang mencetak ahli culinary.”Dipilihnya kegiatan pada hari Sabtu terkait dengan penyesuaian jadwal dari Grand City sendiri. Selain itu di TCI kalau akhir pekan hanya setengah hari kerja, sehingga tidak mengganggu jadwal perkuliahan maupun kursus memasak,” pungkasnya. (ahn)

  


 


 

Report Video By : (YsR) TRISTAR 

Minggu, 14 November 2010

PELATIHAN KUE KERING

Ibu-ibu BKM Suramadu Demo Bikin Kue Kering.

     KOLABORASI antardua pihak tentu akan berbuah positif, jika niat baik itu terwujud dalam tindakan nyata. Kolaborasi  ini dibuktikan oleh kerjasama saling menguAntungkan antara Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Suramadu dengan pihak Tristar Culinary Institute (TCI). Simbiosis mutualisme antara BKM Suramadu dan Akademi Perhotelan Tristar dalam menggelar pelatihan membuat kue kering telah direalisasikan Jumat (12/10) di Balai Kelurahan Tambak Wedi, Kenjeran, Surabaya dengan melibatkan ibu-ibu warga Kelurahan Tambak Wedi. Sebanyak 20 wanita paro baya ini antusias mengikuti penjelasan Afif, instruktur dari  Tristar Culinary Academy,
saat mereka diterangkan detail persiapan bahan hingga prosedur membuat kue nastar.Jika awalnya tiga orang dari BKM Suramadu malu-malu saat diminta maju untuk membantu membuatkan selai dari buah nanas.

                                                                             
     Namun akhirnya yang tampil menemani instruktur Akademi Tataboga Tristar tidak hanya tiga melainkan 7-8 orang sekaligus. Pasalnya, setelah proses pembuatan selai rampung, ibu-ibu tersebut diminta membuatkan adonan kue nastar sesuai arahan instruktur.Selain Afif, instruktur pendamping dari Sekolah Tataboga Tristar adalah Mbak Wiwin dan dibantu Mas Anto menyiapkan bahan kue kering, karena praktik membuat kue kering kemarin, tidak melulu demo bikin kue nastar, melainkan juga kue putri salju dan chocolate chips (chip cokelat). Tidak itu saja, dua mesin oven milik Tristar Machinery juga disiapkan di pendopo kelurahan, sehingga peserta pelatihan tahu betul bagaimana cara mengoven kue kering agar memberi hasil maksimal.


                                                                  
     Sementara itu, Ketua BKM Suramadu Janan menuturkan, demo pembuatan kue kering yang melibatkan ibu-ibu warga Kelurahan Tambak Wedi, ini merupakan tidak lanjut dari acara yang sama saat mereka dibekali ilmu membikin kue kering bersama Bapemas Kota Surabaya. Kebetulan pihak yang dilibatkan dalam demo membuat kue kering  juga dari Sekolah Masak Tristar. Sehingga, ibu-ibu yang terlibat ini diharapkan semakain piawai dalam membikin kue kering seperti nastar, putri salju dan chip cokelat.Menurut Janan, BKM Suramadu yang berdiri sejak 2008 silam memang memberi  perhatian lebih kepada  ibu-ibu warga pesisir utara Surabaya ini, karena waktu luang mereka lebih longgar. ”Nah, daripada mereka menganggur karena sebagian besar suaminya adalah nelayan, maka mereka kita ajak mengikuti kegiatan produktif yang kelak bisa menambah income rumah tangga,”  cetusnya.Dalam pelatihan membuat kue kering kali ini, BKM Surabaya mendapatkan tarif spesial dari Tristar Cooking School. Pasalnya, pihak Tristar mematok biaya Rp 6 juta untuk melatih 20 ibu-ibu dari Kelurahan Tambak Wedi, di mana biaya itu ditanggung sepenuhnya oleh BKM Suramadu.
      Jadi  ibu-ibu yang mengikuti demo bikin kue kering kali ini betul-betul  gratis. Mereka tidak dipungut biaya sepeser pun.Namun jika mereka ingin memiliki peralatan membuat kue seperti mixer,  oven sederhana, pihak BKM  Suramadu bisa menyediakan alat-alat tersebut dengan cara mengangsur. Pola ini juga telah diimplementasikan pada lima Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di daerah Tambak Wedi, yang mendapat pinjaman lima mesin jahit. Tiap KSM nantinya mengangsur setiap bulan Rp 50 ribu (selama setahun). Harga satu unit mesin jahit lengkap dengan motornya Rp 755 ribu. Namun setiap KSM hanya membayar  Rp 505 ribu, karena yang Rp 250 ribu sudah ditalangi PKK Kelurahan Tambak Wedi. Dikatakan Janan, jika ibu-ibu warga Tambak Wedi berniat mengembangkan anek kue kering secara komersial, pihak Bapemas Kota Surabaya juga bersedia mencarikan pasar bagi produk ibu-ibu dari BKM Suramadu.  ”Jaminan ini tentu saja membuat kami senang, karena masalah pemasaran menjadi kendala utama jika kelak kami mengembangkannya dalam bentuk home industry (usaha rumahan, Red.),” tuturnya. Semoga langkah awal ini member i  hasil positif bagi warga pesisir utara Surabaya yang ingin menekuni usaha rumahan membikin kue kering. (ahn).

Pelatihan Cara Membuat Kue Kering.
Diajarkan Resep Kue Kering dsengan Timbangan Tepat untuk Usaha.
Ibu Ibu Praktek Bersama Membuat Kue Kering Nastar, Choco Chips. & Putri Salju.
Workshop dini diselengarakan berkat kerja sama antara Tristar Culinary Institute dan BKM - Suramadu.
Setelah Mengikuti Diklat Cara Memproduksi Aneka Kue Kering ini , diharapkan ibu ibu peserta pelatihan bisa membuka Usaha sendiri dibidang penbuatan & pemasaran Kue Nastar, Choco Chips Cookies & Kue Kering Putri Salju.

Info mengenai Pelatihan dapat menghubungi:
Tristar Culinary Institute.
Flexi: 031-81639992 - 83109709.
Sekolah Kuliner & Akademi Perhotelan.
Jln. Raya Jemursari 234 Surabaya.
Telp: 031 8433224-25.
HP: 0817321024. Esia:031-91938824
Kampus Baru:
Jln. Raya Tenggilis no. 68. Surabaya.

Sekolah Kuliner Pencetak Chef.
Sistem Studi: Praktek Setiap Hari.
www.tristarculinaryinstitute.com


Kursus Kuliner Privat & Kolektif dengan metode peserta praktek langsung membuat produk makanan (Hands On).
Kursus Cara Memulai Usaha Cafe.
Belajar Bisnis Kuliner di Sekolah Masak
Fun Kitchen @ Tristar.
Program Ekskul Kuliner & Handicraft untuk sekolah SD - SMP - SMA.
Info: Info: Flexi: 031-83109709. Esia: 031 91938824. Hp: 0817321024.

Belajar Bisnis Kuliner di Sekolah Masak

Tristar Culinary Institute.
Sekolah Kuliner & Akademi Perhotelan.
Jln. Raya Jemursari 234 Surabaya.
Telp: 031 8433224-25.
Flexi: 031-81639992.
HP: 0817321024.
Kampus Baru:
Jln. Raya Tenggilis no. 68. Surabaya.

Kamis, 11 November 2010

BERBISNIS TAHU & JAMUR CRISPY

SUKSES BERBISNIS TAHU DAN JAMUR KRISPI SERTA KENTANG KEJU MODAL 5 JUTAAN (Teknik dan Aneka Resep Mengelola Usaha Tanpa Ikut Franchise)

 One day Training

Tristar Culinary Institute & Yuyun Anwar, penulis dan praktisi pangan dari Jakarta membuka kesempatan bagi anda yang ingin menjadi pengusaha Tahu krispi dan Kentang keju ala franchise tanpa perlu membayar uang franchise. Usaha tahu krispi dan kentang keju ala franchise atau business opportunity sebenarnya bisa didesign sendiri tentunya dengan modal yang relative lebih kecil. Untuk memahami usaha ini ikuti one day training yang membahas mulai penyusunan resep paten sampai teknik menjual ala franchise dengan modal kecil.

Materi yang diajarkan :
1. Franchise dan Bussines Opportunity tahu krispi dan kentang, perlukah ?
2. Mendesign usaha franchise dan BO dari Dapur sesuai Kantong
3. Menetapkan target pasar dan design gerobak modern
4. Membuat Standard Operating Sistem (SOP) memperkenalkan cara produksi
PORTIONING untuk BO dan Franchise, sanitasi higyene dan Pembuatan
Resep Paten
5. Mengenal spesifikasi bahan baku dan additive
6. Menghitung investasi, rendemen dan harga serta analisa usaha
7 .Contoh Resep Paten :
1. Resep rahasia pembuatan Batter mix pencelup dan Batter flour
2. Stik Tofu krispi bumbu tabur saos mayo
3. Tahu brintik mayo
4. Tahu Krispi aneka isi
5. Jamur Krispi
6. Jamur krispi bumbu tabur
7. Kentang batter coated
8. Kentang goreng bumbu tabur dan keju

Free talkshow : Konsultasi gratis dengan Ibu Yuyun

Pelaksanaan : Tanggal 6 desember 2010, Pk.10.00, Biaya Rp.400.000,-

Tempat : Jl.Raya Jemursari 240-A, Surabaya

Untuk Pendaftaran hubungi : TRISTAR CULINARY INSTITUTE
Jl. Raya Jemursari 234, Surabaya
Tlp. (031) 8433224-5, (031) 81639991-2, 0817321024
Fax. (031) 8432050

TRAINING MENJADI JURAGAN BAKSO

Anda mau menjadi seorang pengusaha bakso ? Ikutilah kursus kami pada Sabtu, tanggal 4 Desember 2010, Pk.10.00, biaya Rp.400.000.

MENJADI JURAGAN BAKSO

Tristar Culinary Institute & Yuyun A, penulis dan praktisi pangan dari Jakarta membuka kesempatan bagi anda yang ingin menjadi pengusaha bakso baik skala gerobak sampai resto, baik rumahan sampai pabrikan. Tidak hanya memberi ide resep praktis, pelatihan dan workshop memberikan teknologi tepat guna dan cara cepat usaha bakso daging.

Materi yang diajarkan :
1. Mengenal Pasar bakso daging
2. Mengenal additive dan tepung untuk bakso
3. Manajemen Praktis pembuatan bakso yang tepat
4. Mengemas dan mengawetkan bakso
5. Menghitung harga bakso dan analisa usaha

Resep :
1. Resep rahasia bakso murah meriah ala pabrikan
2. Bakso daging halus kress
3. Bakso daging murah tanpa borax
4. bakso urat
5. Bakso gepeng anti susut
6. Kuah bakso agar standard

Free talkshow : konsultasi gratis dengan Ibu Yuyun.

Tempat Pelaksanaan :
Hotel Tunjungan, Bougenville Room
Jl. Tunjungan No. 102-104, Surabaya


Untuk Pendaftaran hubungi : TRISTAR CULINARY INSTITUTE
Jl. Raya Jemursari 234, Surabaya
Tlp. (031) 8433224-5, (031) 81639991-2, 0817321024
Fax. (031) 8432050

CARA MENJADI JURAGAN BAKSO

MUDAHNYA MENJADI JURAGAN BAKSO DENGAN ONE DAY TRAINING DAN WORKSHOP DI TRISTAR CULINARY INSTITUTE


     Wirausaha dalam penjualan bakso memang seakan-akan tak pernah sepi akan peminatnya. Hal itu bisa dilihat dengan banyaknya penjual bakso yang bermunculan baik berupa depot ataupun pedagang kaki lima. Fenomena semacam ini memperlihatkan bahwa bakso terutama bakso sapi memang semakin diminati para konsumen. Tak hanya itu saja, bakso kini sudah banyak dijual dalam kemasan berupa frozen food. Dengan berbagai alasan tersebut, maka kali ini Tristar Culinary Institute yang menggandeng Yuyun Alamsyah selaku penulis dan praktisi pangan dari Jakarta mengadakan acara yang bertajuk “One Day Training dan Workshop Menjadi Juragan Bakso”.

Acara training dan workshop ini bertempat di lantai 3 Tristar Culinary Institute yang beralamatkan di Jl. Raya Jemursari 234 Surabaya. Training sekaligus workshop yang diadakan selama 2 hari yaitu pada tanggal 23 dan 24 Oktober 2010 ini dimulai pada pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB.Adapun tujuan diadakannya acara training dan workshop ini adalah untuk membuka kesempatan bagi setiap orang yang ingin menjadi pengusaha bakso baik yang berskala gerobak hingga resto, baik rumahan hingga skala pabrik.



Dengan mengikuti acara training dan workshop ini, para peserta tidak hanya akan mendapatkan ide resep praktis membuat bakso tetapi juga diajarkan teknologi tepat guna dan cara cepat membuka usaha bakso daging. Materi yang diberikan dalam training dan workshop ini memang difokuskan pada pembuatan bakso daging dikarenakan bakso daging paling populer dibandingkan dengan bakso dari bahan lainnya.Training dan workshop pada hari pertama kali ini diikuti oleh 24 peserta yang tidak hanya datang dari Surabaya dan sekitarnya. Bahkan ada seorang peserta yang rela datang jauh-jauh dari Papua hanya untuk mengikuti acara ini.

          Dalam acara training dan workshop ini, terlebih dahulu para peserta diberikan penjelasan materi yang meliputi bagaimana mengenal pasar bakso daging, mengenal additive dan tepung untuk bakso, manajemen praktis pembuatan bakso yang tepat, mengemas dan mengawetkan bakso, mengitung harga bakso dan analisa usaha serta diberikan beberapa pilihan resep bakso. Selain itu para peserta juga diberikan free talkshow yaitu konsultasi gratis dengan Yuyun selaku pembicara dalam acara ini. Untuk menjadi seorang juragan bakso, Yuyun memberikan langkah-langkah mudah untuk bisa diikuti. Adapun langkah-langkah tersebut antara lain bermimpi menjadi juragan atau pengusaha bakso, mengetahui pasar dan persaingan usaha bakso, menentukan jenis dan skala usaha sesuai dengan modal, menentukan segementasi, positioning dan diferensiasi, mempelajari teknik pembuatan bakso sesuai dengan yang diinginkan, membuat rencana usaha dan memulainya.Pada dasarnya peluang usaha bakso secara garis besar dibedakan menjadi 2 hal yaitu usaha bakso daging siap saji dari tingkat gerobak, counter hingga resto yaitu dengan menjual bakso kuah siap saji dan usaha bakso daging dalam bentuk kemasan dan curah yang digunakan untuk kebutuhan pasar non siap saji. Dengan peluang tersebut maka menjadikan bakso memiliki nilai jual yang cukup menjanjikan.        
                         
     Setelah penjelasan materi yang disampaikan selama ± 2,5 jam selesai diberikan, maka kini para peserta diajarkan cara membuat bakso. Tujuan diberikannya resep pembuatan bakso dalam acara training dan workshop ini agar para peserta yang ingin membuat bakso mendapatkan ukuran bahan bakso yang tepat. Hal ini dikarenakan kini banyak sekali beredar bakso yang mengandung bahan pengawet berbahaya bagi kesehatan.Dalam praktik pembuatan bakso ini para peserta training dan workshop dapat melihat secara langsung langkah-langkah pembuatan bakso. Selaku pembicara, Yuyun memberikan penjelasan langkah-langkah pembuatan bakso yang benar serta memberikan berbagai tips-tipsnya. Adapun beberapa jenis bakso yang dipraktikkan kali ini meliputi bakso daging murah meriah, bakso daging murah anti susut, bakso urat, bakso gepeng, bakso daging halus kress dan kuah bakso sapi.




Pembuatan bakso ini tak hanya diajarkan secara manual tetapi juga diajarkan cara membuat bakso dengan menggunakan mesin. Jenis mesin yang diperlukan untuk membuat bakso antara lain mesin mincer (untuk mencincang daging), mesin mixing (untuk mencampur adonan), mesin pencetak bakso dan mesin sealer atau vacuum (untuk mengemas bakso). Pada dasarnya membuat bakso baik secara manual ataupun menggunakan mesin adalah daging digiling terlebih dahulu kemudian dicampur dengan bahan lainnya, dibentuk dan direbus.
                        

               
     Di akhir acara training dan workshop ini, para peserta bisa langsung mencicipi bakso hasil praktik dan membawanya pulang. Para peserta sangat puas dengan jalannya training ini. Bahkan seorang peserta asal Papua, Linca ingin segera membuat bakso dalam kemasan untuk dipasarkan. “Saya sangat senang mengikuti pelatihan ini karena banyak pengetahuan baru yang saya dapatkan seputar pembuatan bakso. Sebenarnya saat ini saya sudah memiliki usaha penjualan bakso berupa 10 gerobak bakso. Dengan mengikuti training ini saya ingin segera mengembangkan usaha dengan berjualan bakso dalam kemasan” ujar Linca menjelaskan. Dengan banyaknya peserta yang mengikuti training dan workshop di Tristar Culinary Institute ini semakin membuktikan bahwa Tristar Culinary Institute merupakan tempat yang sangat tepat untuk mempelajari berbagai hal seputar dunia kuliner./nv




Cara Membuat Bakso - Teknik Memprodksi Bakso:


BAHAN UTAMA

Daging Sapi.

Pilih daging sapi yang masih segar, bahkan yang masih berdarah. Daging sapi yang bebas urat dan sedikit lemak seperti daging lemusir dan gandik akan menghasilkan bakso yang terbaik mutunya. Bisa juga dipakai daging penutup, paha depan, atau daging iga. Untuk bakso urat, pilih daging sengkel. Makin segar makin baik, karena daging sapi yang segar akan meghasilkan bakso yang kualitasnya terjamin & pasti kenyal hasilnya.

Ikan.
Pilih jenis ikan yang berdaging putih seperti tenggiri, kakap, kerapu, belida, atau ikan gabus. Selain hasilnya tampak bersih (tidak gelap), tekstur baksonya pun lebih kenyal. Sebab ikan berdaging putih umumnya memiliki kandungan protein aktin dan myosin cukup tinggi yang membuat daging ikan lebih padat, kompak dan mudah dibentuk (tidak buyar). Bakso ikan yang bermutu baik berwarna putih, mengkilap dengan tekstur kenyal, halus dan tidak berserat.

Udang
Pilih udang yang segar, buang sungutnya yang panjang, kepala dan kulitnya, Remas -remas udang secara hati-hati dengan garam, lalu cuci bersih, baru cincang halus.

Ayam
Daging ayam tidak sekenyal daging sapi, tetapi kini banyak yang memanfaatkannya untuk bakso. Yang digunakan adalah daging ayam tanpa tulang. Pilih ayam yang sehat, segar dan tidak terlalu tua.

TEKNIK MEMBUAT BAKSO.

Membuat Adonan.

Untuk membuat adonan bakso, potong-potong kecil daging, kemudian cincang halus dengan menggunakan food processor atau blender, untuk sekala industri bisa memakai blender industri atau mesin cacah daging (big food cut up machine).

Apabila anda menggunakan daging yang masih fresh, meskipun tanpa pengenyal bakso, hasil nya akan kenyal, tetapi bila anda menggunakan daging beku atau daging yang kurang segar, anda bisa menambahkan sedikit pengenyal bakso - phosmix MP yang Food Grade (diperbolehkan dinas kesehatan) & dosis pemakaiannya sesuai dengan buku pedoman pemakaian Bahan Tambahan Pangan dari Dinas Kesehatan.





Untuk menghaluskan daging bakso dengan cepat menggunakan Blender Daging Industri. Dengan Mesin Blender Bakso, Adonan halus dalam hitungan menit. Blender industri bagian pinggirnya dilengkapi dengan tempat untuk menaruh es batu, sehingga adonan yang diblender temperaturnya tetap dingin, sehingga protein daging tidak rusak & hasil bakso bisa kenyal.

Uleni dengan es batu atau air es (10-15% berat daging) dan garam (dan bumbu lain) sampai menjadi adonan yang kalis dan plastis sehingga mudah dibentuk. Proses pencampuran ini dalam sekala industri bisa memakai Blender Daging untuk Industri ( dengan pendingin disamping) atau bisa juga menggunakan bowl cutter mixer (mesin cacah bakso yang seperti dipergunakan di pasar tradisional, tapi terbuat dari stainless, biasa juga disebut dengan mesin Big Food Cut Up Machine).






Sedikit-sedikit tambahkan tepung kanji agar adonan lebih mengikat. Penambahan tepung kanji cukup 15-20% dari berat daging, agar cita rasa daging tetap menonjol. Untuk sekala industri, sebagian dari tepung kanji yang digunakan bisa diganti dengan tepung modifikasi (modified starch ultrabond), hasil bakso akan lebih kompak & kenyal, meskipun memakai daging ayam atau ikan.

Anda bisa berkreasi dengan mencampur atau menambahkan bahan lain ke dalam adonan bakso untuk mendapatkan tekstur atau cita rasa yang lain. Misalnya, campur daging ayam dengan udang atau jamur cincang.

Bahan lain yang bisa dipadu dengan daging, antara lain putih telur, tepung panir, biscuit keju atau biscuit asin lainnya, soun, tahu, daun bawang, bawang Bombay, dll. Agar cita rasa bahan utama tetap menonjol, tambahkan bahan lain sedikit saja.

Membentuk Adonan

Setelah mendapatkan adonan yang dikehendaki, Anda bisa langsung membentuk bakso dengan menggunakan 2 sendok. Ambil adonan dengan sendok, lalu bentuk bulat dengan bantuan sendok satu lagi. Bagi mereka yang mahir bisa menggunakan tangan. Ambil segenggam adonan, remas dan tekan kearah ibu jari. Adonan yang keluar dari antara ibu jari dan telunjuk akan membentuk bulatan.

Agar adonan tidak lengket, oleskan sedikit minyak goreng pada telapak tangan Anda. Adonan yang sudah dibentuk sebaiknya langsung direbus atau masukkan ke dalam air mendidih hingga matang. Tandanya : bola-bola bakso akan mengapung di permukaan air. Perebusan bakso biasanya berlangsung 10-15 menit. Setelah diangkat, tiriskan, dinginkan pada suhu ruang.

Mencetak Bakso dengan Mesin Cetak Bakso - Meat Ball Forming Machine.








Memakai Mesin Pencetak Bakso akan menghemat Tenaga & Waktu, karena mesin pencetak bakso kapasitasnya 18.000 pentol bakso/jam.Selain itu dengan menggunakan mesin bakso, lebih higienis & ukuran baksonya seragam.









Bakso yang tercetak dari Mesin Pencetak Bakso langsung turun ke bak yang berisi air hangat yang telah ditambah dengan polish alum kristal, sehingga kulit bakso lebih mudah terbentuk & permukaannya menjadi halus, bakso tidak akan gepeng meskipun bersenggolan dengan bakso yang lainnya. Hasil bakso seragam besarnya.







MENYIMPAN BAKSO.

Walaupun tanpa pengawet, bakso dapat bertahan kurang lebih 1 bulan. Bila ingin menyimpan
bakso, perhatikan beberapa hal berikut:

Jika disimpan dalam lemari es (chiller), sebaiknya taruh bakso dalam wadah tertutup atau
kantong plastik. Bakso tahan disimpan 5 hari.

Jika disimpan dalam freezer, taruh dalam kotak plastik atau kantong plastik tebal dan tutup
rapat.

Lebih baik lagi jika bakso ditaruh dalam wadah plastik Nylon yang kedap udara (vacuum pack),
tahan disimpan selama 1 bulan atau lebih.

Untuk pengemasan Kedap udara bisa menggunakan mesin mini vaccum packaging atau mesin pengemas vacuum untuk industri.



Mesin Pengemas Vacuum Mini
Mesin Pengemas Vacuum untuk Industri - Vacuum Pacaging Machine





Untuk hasil bakso yang tahan lama, bisa anda tambahkan sedikit pengawet bakso: potassium sorbate yang Food Grade, dengan dosis sesuai dengan Buku Pendoman Tambahan Bahan Pangan yang diperbolehkan oleh Dinas Kesehatan.

Sebelum diolah menjadi hidangan, cuci lebih dulu bakso dalam air hangat.



Buku Bahan Tambahan Pangan Dep Kes








Buku Materi Penyuluhan Perusahaan Makan & Minuman Industri Rumah Tangga.

-Penggunan Bahan Tambahan Makanan Sesuai Dep Kes, berikut keterangan Fungsi Bahan, Dosis Penggunaan.
(Antioksidan, Anti Kempal, Pengatur Keasaman, Pemanis Buatan, Pemutih & Pematang Tepung, Pengemulsi, Pemantap, Pengental, Pengawet, Pengeras, Pewarna, Penyedap Rasa & Aroma, Penguat Rasa>), Sekuestran.


-Tata Cara Label Makanan
-Bakteri Penyebab Keracunan
-Hygiene Pengolahan
-Hygiene Kesehatan Karyawan
-Cara memperoleh air yang Sehat.
-Pencucian dan Desinfeksi


Daftar Bahan yang dilarang dipergunakan dalam Makanan

Sesuai dengan Peraturan Dinas Kesehatan Republik Indonesia. Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan.
Gabungan Pengusaha Makanan & Minuman Jatim.

Link yang berhubungan dengan Produksi Bakso:

Video Cara Kerja Mesin Cetak Bakso ***Pelatihan Untuk Membuat Bakso - 085731051010 ***Blender Bakso - Mesin Cacah Daging Bakso -08585483381. 021-70288024***Mesin Pencetak Bakso Kualitas Bagus Harga Murah 088803211729 *** 021-68767670***Pengenyal Bakso - Posmix MP 08123040593 ***VCD Cara Membuat Bakso 081332004197 ***Big Food Cut Up Machine/ Bowl Cutter Mixer
/Mesin Cacah Bakso*** Cara Membuat Bakso - Resep Bakso ***Mesin Pengemas Bakso - Vacuum Packaging Machine***Mesin Pengemas Vacuum Mini***Product List Tristar Machinery 031-8708071 *** 021-70288024

Minggu, 07 November 2010

Pelajaran Ice Carving


KREASI ICE CARVING UNTUK DISPLAY MAKANAN
KARYA MAHASISWA TRISTAR CULINARY INSTITUTE


             Membuat sebuah display makanan hingga hidangan tampak menarik tentu tidak lepas dari sebuah karya carving atau seni ukiran yang biasanya terbuat dari buah, sayuran atau juga es. Namun untuk mempunyai sebuah keahlian dalam seni ukir sayur, buah ataupun es bukanlah hal yang mudah bila tanpa latihan keras dan juga sebuah kreatifitas. Dalam persaingan dunia kuliner yang semakin maju, tentu dibutuhkan tenaga ahli yang mampu menguasai berbagai macam keahlian dalam bidang kuliner termasuk juga seni mengukir.

 Untuk itulah kali ini Tristar Culinary Institute yang beralamatkan di Jl. Raya Jemursari 234 Surabaya ini mengajarkan perkuliahan dengan materi Ice Carving. Adapun alasan diberikannya perkuliahan Ice Carving ini bertujuan agar para mahasiswa mempunyai bekal ketrampilan seni ukir dari bahan es sehingga nantinya para mahasiswa dapat bersaing dalam usaha kuliner. Pada dasarnya ice carving  adalah bagian dari salah satu seni yang berbentuk ukiran atau pahatan dengan ice block sebagai medianya. Bentuk dari sebuah ice carving pun sangat bervariasi serta dapat disesuaikan dengan apa yang kita inginkan. Fungsi dari sebuah ice carving sendiri adalah sebagai hiasan dan memperindah suatu pesta atau mempercantik display di buffet. Sehingga kesan dalam sebuah pesta itu menjadi istimewa. Display ice carving sendiri bisa kita temui dalam berbagai acara seperti pesta pernikahan, pesta ulang tahun, pesta ulang tahun pernikahan, pesta ulang tahun sebuah instansi ataupun kantor dan lain sebagainya. Dalam perkuliahan ice carving yang diadakan pada hari Kamis (21/10) ini dimulai pada pukul 08.00 WIB. Perkuliahan ini diawali dengan penjelasan teori seputar materi ice carving selama 1 jam. Para mahasiswa yang berjumlah 22 orang ini tampak begitu antusias mengikuti jalannya penjelasan yang diberikan oleh dosen tamu dari sebuah hotel berbintang, Sukamto.


            

             Dalam teori seputar ice carving ini, Sukamto menjelaskan mengenai tools and maintenance, storage, temperature ruang dalam membuat ice carving, set-up ice carving dan methode. Tak lupa Sukamto juga memberikan beberapa contoh cara membentuk es berbentuk angsa dalam sebuah gambar. Pemberian teori ini diberikan sebelum praktik bersama dengan tujuan agar sewaktu praktik, para mahasiswa sudah mempunyai gambaran tentang cara mengukir es. Setelah usai penjelasan teori ice carving, para mahasiswa langsung menuju halaman samping Tristar Culinary Institute untuk praktik bersama. Dalam praktik ice carving kali ini, terlebih dahulu Sukamto memberikan contoh menggambar pola pada es sebelum es diukir.


             Selesai dengan pemberian pola, Sukamto langsung membagi mahasiswa menjadi beberapa kelompok. Masing-masing kelompok akan diberikan tugas untuk mengukir 1 buah es blok. Peralatan untuk mengukir es pun segera dibagikan. Para mahasiswa tampak begitu antusias mengikuti praktik mengukir es ini. Walaupun tampak sulit, namun setelah dipraktikkan tak sesulit yang dibayangkan. Sedikit demi sedikit es mulai dipahat dan diukir dengan peralatan yang disediakan. Sukamto sebagai pengajar juga selalu berusaha mendampingi para mahasiswa untuk memberika contoh dan pengarahan yang tepat. Hal ini perlu dilakukan agar para mahasiswa bisa tetap aman dalam menggunakan alat serta mendapatkan hasil carving yang maksimal.

                  



             Berselang kurang lebih 4 jam lamanya, akhirnya ice carving selesai dibuat. Tampak ice carving begitu indah hingga membentuk menara, angsa, simbol Tristar Culinary Institute, huruf “B” dan lainnya. Para mahasiswa mengaku begitu puas mengikuti jalannya perkuliahan ini dikarenakan banyaknya pengetahuan baru seputar ice carving yang didapatkan. Selain itu para mahasiswa bisa mengasah ketrampilan dalam pembuatan ice carving. Tak hanya itu saja, di akhir acara para mahasiswa bisa mengabadikan hasil karya ice carvingnya dengan kamera.

                   

Kamis, 04 November 2010

BELAJAR COST CONTROL

MANFAAT PERKULIAHAN COST CONTROL BAGI MAHASISWA TRISTAR CULINARY INSTITUTE

          Perkuliahan dengan sistem praktik setiap hari memang sudah menjadi ciri khas dari perkuliahan di Tristar Culinary Institute yang beralamatkan di Jl. Raya Jemursari no.234 Surabaya. Namun bukan berarti materi berupa teori tidak diberikan kepada para mahasiswa. Sistem praktik setiap hari memang ditujukan agar para mahasiswa terampil dalam mengolah makanan tapi teori pun sangat penting untuk diberikan. Hal ini dimaksudkan agar para mahasiswa lulusan Tristar Culinary Institute selain terampil juga mempunyai pengetahuan lebih dalam bidang kuliner. Tentu hal ini akan menjadi suatu nilai plus bagi mahasiswa Tristar Culinary Institute.Salah satu perkuliahan teori yang perlu untuk diikuti para mahasiswa adalah mata kuliah Cost Control atau Pengendalian Harga. Perkuliahan kali ini diajarkan oleh Hedy Wahidin, SH.MBA.MsiPar mulai pukul 08.00 WIB. 



          Sedikitnya 20 orang mahasiswa dari jurusan culinary dan pastry mengikuti jalannya perkuliahan ini. Perkuliahan Cost Control yang dilaksanakan pada hari Selasa (07/09) kali ini diberikan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana menghitung dan mengendalikan segala biaya untuk sebuah produk makanan agar diketahui dan untuk mendapat value.Dengan tujuan tersebut, tentu perkuliahan ini sangat penting diikuti oleh para mahasiswa. Selain itu pengetahuan seputar pengendalian harga akan sangat bermanfaat bagi para mahasiswa saat mereka nantinya mempunyai usaha sendiri. Karena setiap usaha tentu tak bisa lepas dengan pengendalian harga. Materi perkuliahan cost control ini membahas seputar pengendalian harga apapun yang disebabkan oleh apapun. Dalam perkuliahan cost control ini para mahasiswa juga diberikan contoh cara menghitung sebuah harga jual produk.

       
          Penetapan sebuah harga jual tentu akan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kenaikan harga beli bahan di pasaran, kenaikan bahan baku dan lainnya. “Agar sebuah produk bisa tetap bertahan di pasaran sebaiknya jangan pernah menurunkan kualitas produk yang diproduksi”ujar Hedy menerangkan.Materi perkuliahan disampaikan dengan sangat jelas dan menarik oleh Hedy, sehingga para mahasiswa tak bosan mengikuti jalannya perkuliahan ini. Mahasiswa mangaku senang mengikuti perkuliahan cost control ini mengingat manfaat pengetahuan ini bagi mereka kelak./nv

Rabu, 03 November 2010

KULIAH SAMBIL KERJA


MENAMBAH ILMU SEPUTAR KULINER DENGAN KULIAH SAMBIL BEKERJA

           Sebagai lembaga pendidikan kuliner, Tristar Culinary Institute yang beralamatkan di Jl. Raya Jemursari no.234 Surabaya ini memang sudah tak perlu diragukan lagi kualitasnya. Hal ini dikarenakan Tristar Culinary Institute mempunyai tujuan agar kemampuan para mahasiswa nantinya mampu bersaing di dunia kerja. Tampaknya hal ini sudah bisa terwujud dengan diterimanya seorang mahasiswa yang masih aktif kuliah di Tristar Culinary Institute untuk bekerja di salah satu resto ternama di Surabaya, Bon Ami steakhouse sebagai salah satu cook. Mahasiswa yang bernama David Lewi ini pun tak ragu untuk menerima pekerjaan tersebut walaupun statusnya sekarang masih sebagai mahasiswa.Meskipun kedua aktifitas ini cukup menyita waktunya, David mengaku bisa menikmatinya. Ketika ditanya soal tips dan caranya membagi waktu, David pun segera membeberkan rahasianya. “Buat saya kuliah sambil kerja sampai saat ini masih oke-oke aja. Karena jadwal kuliah kan pagi hari sedangkan kerja biasanya shift sore. Jadi kedua aktifitas ini tidak saling mengganggu”ujarnya. Tak hanya masalah pembagian waktu, masalah padatnya aktifitas seperti ini mungkin bagi sebagian orang cukup melelahkan. Namun hal ini juga bukan masalah yang besar bagi David karena ini merupakan kesempatan bagi David untuk mendapatkan pengetahuan lebih dalam bidang kuliner yang sekarang sedang ia geluti. David merasa dengan kuliah sambil bekerja ternyata sangat menguntungkan dirinya.


             Karena pengetahuan yang ia dapatkan di perkuliahan bisa juga ia terapkan di tempat kerja dan juga sebaliknya. Dengan demikian, ketrampilan dan pengetahuan di bidang kuliner terutama seputar teknik pengolahan makanan semakin terampil dan terasah setiap harinya. Mahasiswa DI jurusan culinary ini juga merasa mengambil keputusan yang tepat untuk menempuh jenjang pendidikan kuliner di Tristar Culinary Institute. Hal ini dikarenakan baru 3 bulan kuliah di Tristar Culinary Institute dirinya segera bisa mendapatkan pekerjaan. Hal ini membuktikan bahwa mahasiswa lulusan Tristar Culinary Institute sudah layak dan patut dipertimbangkan untuk dapat berkarya juga bersaing dalam usaha kuliner. David yang sudah menjalani aktifitas kuliah sambil bekerja selama 6 bulan terakhir ini juga mempunyai obsesi bahwa suatu saat dirinya ingin membuka usaha kuliner sendiri seperti cafe atau resto. Dengan tujuan agar dirinya lebih bebas berkreasi dan terus menciptakan karya-karya dalam bidang kuliner. /nv
            
           

Selasa, 02 November 2010

Perkuliahan Bar and Beverage

ASYIKNYA PERKULIAHAN BAR AND BEVERAGE DI TRISTAR CULINARY INSTITUTE

          Perkuliahan yang berjalan di Tristar Culinary Institute yang beralamatkan di Jl. Raya Jemursari no.234 Surabaya kali ini tampak berbeda dengan perkuliahan biasanya. Hal ini dikarenakan para mahasiswa jurusan culinary dan jurusan pastry digabung menjadi satu untuk mengikuti jalannya perkuliahan. Adapun mata kuliah dalam perkuliahan kali ini adalah Bar and Beverage.

                     

Materi ini diberikan dalam perkuliahan dengan bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada mahasiswa dalam develop usaha restoran mereka sendiri kelak. Selain itu agar nantinya bisa meningkatkan rasa tanggung jawab yang beragam seperti menciptakan atau memodifikasi sebuah konsep untuk restoran, menyusun menu, meng-organize staff serta membuat rencana pasar.
          Adapun mahasiswa yang mengikuti perkuliahan kali ini berjumlah 20 orang. Perkuliahan Bar and Beverage yang akan diberikan selama beberapa hari ini dimulai pada hari Selasa (07/09) pukul 09.00 WIB. Tak hanya praktik saja, mahasiswa terlebih dahulu diberikan teori seputar Introduction to the Bar and Beverage Operation dan The Quality of Bartender sebelum praktik dimulai. Para mahasiswa dengan antusias mengikuti perkuliahan yang diadakan di sebuah ruangan kelas di lantai 3 gedung Tristar Culinary Institute. Dalam pemberian teori ini, para mahasiswa diajarkan tentang sejarah bar, definisi bar, kualiatas seorang bartender dan lain sebagainya. Teori seputar bar and beverage ini diberikan oleh Yanuar Kadaryanto selaku dosen pengajar selama kurang lebih 1 jam. 


          Setelah itu para mahasiswa langsung menuju ke dapur untuk mulai praktik. Namun sebelum praktik dimulai terlebih dahulu Yanuar menunjuk 2 orang untuk mengkoordinasi kelompok untuk praktik. Mahasiswa yang terpilih untuk menjadi koordinator dalam perkuliahan kali ini disebut Bar Manager dan Bar Captain. Mahasiswa yang berjumlah 20 orang dari 2 jurusan ini kemudian dibagi menjadi 4 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari mahasiswa jurusan culinary dan pastry. Hal ini dimaksudkan agar para mahasiswa kedua jurusan saling mengenal satu dengan yang lainnya. Tak lama berselang, para mahasiswa mulai praktik membuat aneka minuman dengan menggunakan ukuran yang tepat. Hal ini dimaksudkan agar nantinya produk minuman yang dihasilkan mempunyai standart recipes. Sehingga siapapun yang membuat hasilnya akan sama standarnya. Secara bergantian masing-masing kelompok mempraktikkan 1 jenis minuman. 
          Produk minuman yang dipraktikkan kali ini merupakan minuman non alkohol yang terdiri dari Melon Juice, Watermelon Juice, Tomato Juice dan Orange Juice. 

                 
                               

                     

          Tak hanya sekedar meracik minuman, para mahasiswa juga diberikan pengetahuan seputar gelas saji yang sesuai digunakan untuk minuman berupa juice. Setelah minuman selesai dibuat, masing-masing kelompok segera menuangkannya ke dalam gelas saji dan menghias dengan beberapa garnish simple. Dan hasilnya, minuman tampak cantik dan segar untuk dinikmati. Para mahasiswa mengaku cukup mendapatkan pengetahuan baru dalam perkuliahan kali ini dan berharap esok hari juga akan mendapat pengetahuan yang lebih banyak seputar teknik meracik minuman./nv